Karya Tulis : Laporan Study Tour Jakarta-Bandung




KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga karya tulis yang berjudul Perjalanan Study Tour Jakarta ini dapat diselesaikan sesuai rencana
            Karya tulis sederhana ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas Semester Genap kelas VIII-B. Dalam penyelesaian karya tulis ini, penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Rikhwanto, S.Pd. MA.  selaku Kepala sekolah SMP Negeri 2 Grobogan yang telah mendukung dan merestui karya tulis sederhana ini,
2.      Bapak Suratman, S.Pd. selaku guru pembimbing dalam menyelesaikan karya tulis ini,
3.      Orang tua kami yang telah memberikan dukungan dan bantuan material dalam pembuatan karya tulis ini, serta
4.      Teman-teman keelas VIII-B dan pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang turut mendukung kami dan memberi motivasi kepada kami.
            Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan lapang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.
            Semoga karya tulis yang berjudul Perjalanan Study Tour Jakarta memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya serta dapat membantu meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita dalam membangun bangsa Indonesia tercinta ini.

Grobogan,      April 2014


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Sering kali kita dengar dengan membaca diberbagai media elektronik tentang berbagai obyek wisata seperti Monas, Ancol, TMII, Dufan dan sebagainya. Obyek-obyek wisata tersebut menawarkan keindahan dan kenyamanan berwisata juga pengetahuan bagi pengunjung. Dari uraian tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa sajakah yang tersedia di Monas, Ancol, TMII, Dufan sehingga mampu menarik minat ribuan pengunjung untuk datang setiap harinya. Karena alasan itulah karya tulis ini dibuat. Selain fasilitas juga karena Jakarta adalah kota megapolitan, ibukota Negara dan kota terbesar di Indonesia.

B.      Tujuan
Tujuan penyusunan laporan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
·         Memberikan gambaran dan penjelasan tentang sejarah berdirinya Monas, IPTEK TMII, Dunia Fantasi dan tempat lainya
·         Menambah pengetahuan kami dimasa yang akan datang.
·         Menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca.

C.    Metode
Metode adalah suatu cara penulis untuk mengamati wisatakemudian mencatat hal yang perlu.  Adapun cara yang digunakan untuk memperoleh data dan menyusun karya tulis ini sebagai berikut:
·         Metode observasi (metode pengamatan secara langsung)  merupakan metode dengan Penulis mengamati obyek-obyek wisata, kemudian mencatat hal-hal yang penulis anggap penting.
·         Metode Study Pustaka adalah Metode penelitian dimana penulis mencari buku sumber yang berhubungan dengan objek yang ditulis dan mencari data-data dari internet
·         Metode Interview adalah metode Penulis mengadakan tanya jawab dengan pemandu mengenai obyek wisata yang kami kunjungi agar karya tulis dapat tersusun dengan baik.





BAB II
PEMBAHASAN


A.    Monumen Nasional

 
Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas atau Tugu Monas terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada tahun 1960. Monumen Nasional adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.  Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik, merupakan batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan berdasarkan kebudayaan hindu. Tugu ini menjulang setinggi 132 meter (versi lain mengatakan 137 meter dihitung dengan tinggi ruang yang ada di bawah tanah 5 meter).
1.      Dasar Dan Tujuan Pembangunan Monumen Nasional
Negara kesatuan Republik Indonesia yang memiliki wilayah dari Sabang sampai dengan Marauke, diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hasil perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia dari penjajahan selama lebih kurang 350 tahun. Untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945 dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi mendatang, maka dibangunlah suatu tugu peringatan yang kemudian dikenal sebagai Tugu Munumen Nasional (Monas).
Pembangunan Tugu Monumen Nasional atau Monas berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 214 Tahun 1959 tanggal 30 Agustus 1959 tentang Pembentukan Panitia Monumen Nasional yang diketahui oleh Kolonel Umar Wirahadikusumah, Komandan KMKB Jakarta Raya.

Pembangunan Tugu Monumen Nasional atau Monas baru terwujud ketika Republik Indonesia genap berusia dua windu atas dasar gagasan Presiden RI Pertama Ir. Soekarno, dan pemancangan tiang pertama sebagai awal pembangunan Tugu Monas dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1961.Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono dan penasehat konstruksi adalah Prof.Dr.Ir Roosseno. Pembangunan monas dibiayai sebagian besar dari sumbangan masyarakat bangsa Indonesia secara gotong royong dari mulai dibuka untuk umum pada tanggal 18 Maret 1972 berdasarkan keputusan Gubernur KDKI Kajarta Nomor Cb.11/1/57/72.Tugu Monas mulai dibangun17 Agustus 1961, dan diresmikan 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
2.      Bagian – Bagian Monas
 
Monumen Nasional terdiri dari 4 bagian utama yaitu        :
Ø  Ruang museum sejarah, terdapat 51 jendela peraga (diorama) peristiwa sejarah bangsa Indonesia sampai dengan orde baru.
Ø  Ruang kemerdekaan, terdapat atribut kemerdekaan Republik Indonesia, Peta kepulauan Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ø  Pelataran puncak, di pelataran ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta di ketinggian 115 M dari permukaan.
Ø   Lidah api kemerdekaan, terdapat di pelataran puncak yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

B.     GSA-Ancol
Berdirinya GSA tak terlepas dari pembangunan Taman Impian Jaya Ancol, yang di kelola oleh PT. Taman Impian Jaya Ancol. Tepat wisata ini pertama kali berdiri pada tahun 1966. Berdiri di atas pantai di pesisir Jakarta, tempat wisata ini di jadikan sebagai tempat hiburan masyarakat Jakarta dengan minim akan tempat wisata.
Setelah memasuki dekade 70-an, terjadi peluasan obyek wisata. Supaya lebih menarik lagi, maka di bangunlah Dunia Fantasi atau Dufan. Kemudian menyusul Atlantis Water Adventures, komplek kolam renang dengan konsep Water Boom pertama di Indonesia. Selang berapa tahun berikutnya di bangun Gelanggang Samudra Ancol dengan konsep dasar pertunjukan lumba-lumba yang di dukung wahana lain.
1.      Obyek Wisata di GSA
 
·         Under Water
Water Adventure merupakan sebuah pertunjukan aquarium besar yang di mainkan oleh manusia dan lumba-lumba. Dengan membayar tiket masuk, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dari balik aquarium.

2.      Bioskop 4 Dimensi
Bioskop 4 Dimensi merupakan wahana yang menarik perhatian pengunjung. Film 4 Dimensi menawarkan pengalaman berbeda dalam melihat film. Dimana pada format ini, penonton selain melihat juga ikut merasakan gambar di film tersebut. Kursi bisa bergerak sesuai dengan gerakan gambar

3.      Atraksi Lumba-Lumba
 
Wahana andalan Gelanggang Samudra ancol adalah atraksi lumba-lumba di kolam yang di desain khusus. Dalam pertunjukan ini lumba-lumba yang dikenal hewan cerdas mampu menjalankan perintah dari pelatih. Misalnya, bermain bola, menghitung angka, dan sebagainya. lumba Lumba-dan  siap beraksi di pentas lumba-lumba. Wahana ini yang sering menjadi favorit bagi pengunjung Gelanggang Samudra. Empat orang pelatih yang energik akan memandu aksi dari mamalia laut ini. Lumba-lumba yang pandai meloncat di air dibuktikan dengan diperlihatkan seekor lumba-lumba yang mampu menyentuh bola yang digantung tinggi. Seorang pelatih akan berdiri di punggung 2 ekor lumba-lumba dan mamalia ini akan mengajak pelatihnya berkeliling kolam. Aksi lainnya adalah berenang bersama, dengan memegang siripnya, lumba-lumba menarik pelatih mereka berekeliling kolam menyapa penonton. Lumba-lumba juga pandai berhitung dengan menjawab soal dari penonton. Di bagian akhir, lumba-lumba akan mengepakkan ekor mereka di atas air. Hasilnya, penonton bagian depan akan terkena percikan airnya.

C.   IPTEK TMII
Belajar sambil berrekreasi merupakan kata yang tepat jika mengunjungi salah satu museum IPTEK yang ada di TMII ini. Di tempat ini kita akan diajarkan banyak hal tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. museum IPTEK adalah science center pertama di Indonesia. Lembaga ini didirikan untuk program khusus pengenalan dasar IPTEK pada anak didik atau wahana rekreasi educative/belajar IPTEK non formal yang dibangun untuk melengkapi saran pendidikan IPTEK formal, dimana kaitannya sangat erat dengan prinsip-prinsip hukum Fisika, Kimia dan Biologi. Museum ini  berada di komplek TMII di Jakarta yang menempati areal 42.300 km2 dan luas lantai bangunan 24.000 m2.  
Diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 April 1991 yaitu bapak Soeharto. Tujuan didirikannya museum IPTEK adalah untuk mentransformasikan IPTEK kepada generasi muda melalui cara-cara yang menyenangkan, mudah, menarik, dan mengesankan. Dengan cara yang tidak formal seperti saat di sekolah. Belajar di museum iptek ini lebih cepat dan selalu teringat oleh anak-anak karena mereka berekreasi sambil belajar sehingga akan dia ingat terus, selain itu permainan yang ditunjukan juga unik-unik sehingga banyak yang suka dengan permainan-permainan yang ada. Kebanyakan permaianan yang  ada berupa permainan tentang ilmu pengetahuan Alam (IPA) sains yang cukup banyak digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. PP IPTEK memiliki ± 250 perangkat IPTEK interaktif yang didesain khusus agar pengunjung dapat mencoba dan memperagakan perangat tersebut. Untuk yang masih belum paham di sana juga terdapat tim yang bersedia menjelaskan perangkat IPTEK tersebut sehingga tidak susah payah untuk memahami hal tersebut. Semua alat permainan di sini boleh dipegang dan dimainkan sehingga tidak hanya melihat saja, tetapi dengan memainkan dan merasakan pengunjung anak-anak maupun dewasa akan lebih terpuaskan.



D.    DUFAN
Sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.
Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat pada tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992 sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.
Pada 2 Juli 2004 Ancol melakukan “go public” dan mengganti statusnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dengan kepemilikan saham 72% oleh Pemda DKI Jakarta dan 18% oleh PT Pembangunan Jaya dan 10% oleh masyarakat. Langkah “go public” ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan, karena akan lebih terkontrol, terukur, efisien dan efektif dengan tingkat profesionalisme yang tinggi serta menciptakan sebuah Good & Clean Governance. Kinerja dan citra yang positif ini akan menjadikan perusahaan terus tumbuh dan berkembang secara sehat pada masa depan. PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk juga melakukan upaya repositioning dengan diluncurkannya logo Ancol yang baru pada 10 Juli 2005.


E.    Istana Bogor
Pada masa pendudukan Belanda, kota Jakarta yang dulunya bernama Bataviaditetapkan sebagai pusat pemerintahan. Tetapi, kota Batavia bagi orang Belanda dirasakan terlalu panas, meskipun penduduknya pada waktu itu belum padat seperti sekarang ini. Sehingga diputuskan untuk mencari tempat yang lebih teduh untuk beristirahat.
Sejak awal abad ke-18 dicarilah tempat-tempat peristirahatan di luar kota yang berhawa lebih sejuk, seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Barron Van Imhoff yang mengadakan inspeksi ke daerah Cianjur Jawa Barat pada tanggal 10 Agustus 1744, beliau menemukan tempat yang dianggap strategis dan baik untuk tempat peristirahatan yang letaknya sekarang bernama “BOGOR”.
Kemudian tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff memerintahkan untuk membangun gedung yang sekarang ini dikenal sebagai istana Bogor. Akan tetapi pada waktu itu hanya merupakan sebuah Pesanggerahan yang modelnya ditiru dari Blainheim Palace, tempat kediaman Duke of Malborough (nenek moyang Lady Diana, Putri Wales) dekat Oxford di Inggris. Bangunan itu sendiri diberi nama Buitenzorg (bebas masalah/kesulitan). Nama itu tidak saja digunakan untuk istana, tetapi juga untuk perkampungan sekitarnya.